artikel rindu haramain 41

Tata Cara Sa’i antara Shafa dan Marwah

Langkah Kecil yang Mengandung Kisah Besar

Di antara rangkaian ibadah umrah, ada satu amalan yang sering dianggap sederhana, namun menyimpan kisah yang sangat dalam. Saat langkah kaki berjalan dari Shafa menuju Marwah, sebenarnya kita sedang menapaki jejak seorang ibu yang berlari demi anaknya.

Di tengah terik padang pasir, tanpa kepastian, tanpa bantuan manusia, hanya dengan keyakinan kepada Allah… itulah kisah Hajar.

Dan hari ini, jutaan manusia mengulanginya.

Banyak yang datang dengan rasa rindu haramain, ingin merasakan kedekatan dengan Allah. Namun sa’i bukan sekadar berjalan bolak-balik. Ia adalah ibadah yang harus dilakukan sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ.


Pengertian Sa’i Secara Bahasa dan Istilah

Secara bahasa, sa’i berarti berjalan atau berusaha.

Adapun secara istilah syar’i:

Sa’i adalah berjalan bolak-balik antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali sebagai bagian dari ibadah haji atau umrah.


Dalil Tentang Sa’i

Allah ﷻ berfirman:

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا

“Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah bagian dari syiar Allah. Maka barangsiapa yang berhaji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya untuk bersa’i di antara keduanya.”
(QS. Al-Baqarah: 158)

Penjelasan Asbabun Nuzul:

Ayat ini turun karena sebagian sahabat merasa ragu melakukan sa’i, karena dahulu tempat tersebut pernah digunakan untuk praktik jahiliyah. Maka Allah menegaskan bahwa sa’i adalah bagian dari syiar-Nya.


Tata Cara Sa’i yang Benar Sesuai Sunnah

Agar ibadah kita sah dan sempurna, berikut urutan sa’i yang sesuai sunnah:


1. Memulai dari Bukit Shafa

Sa’i dimulai dari Shafa.

Saat naik ke Shafa, disunnahkan membaca:

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ أَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللَّهُ بِهِ

“Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah bagian dari syiar Allah. Aku memulai dari apa yang Allah mulai.”
(HR. Muslim)


2. Menghadap Ka’bah dan Berdoa

Setelah berada di Shafa:

  • Menghadap Ka’bah
  • Mengangkat tangan
  • Berdoa dan berdzikir

Ini adalah momen yang sangat dalam, karena di sinilah seorang hamba benar-benar memohon kepada Allah.


3. Berjalan Menuju Marwah

Berjalan dari Shafa ke Marwah dihitung satu kali.

Di antara dua tanda hijau:

  • Laki-laki disunnahkan berlari kecil
  • Wanita tetap berjalan biasa

4. Mengulang Hingga 7 Kali

Perjalanan dilakukan sebanyak 7 kali:

  • Shafa ke Marwah = 1
  • Marwah ke Shafa = 2

Dan berakhir di Marwah.


5. Memperbanyak Dzikir dan Doa

Tidak ada bacaan khusus selama sa’i, sehingga jamaah dianjurkan:

  • Berdoa sesuai kebutuhan
  • Berdzikir
  • Membaca Al-Qur’an

Perbedaan Pendapat Madzhab

Para ulama dari empat madzhab sepakat bahwa sa’i adalah rukun umrah, namun memiliki rincian:

  • Mazhab Syafi’i
    Sa’i harus dilakukan setelah thawaf
  • Mazhab Hanafi
    Sa’i wajib, bukan rukun (dalam istilah mereka)
  • Mazhab Maliki
    Menekankan kesinambungan antara putaran
  • Mazhab Hambali
    Sejalan dengan jumhur: sa’i adalah rukun

Antara Ikhtiar dan Tawakal

Jika kita renungkan lebih dalam, sa’i bukan sekadar berjalan.

Ia adalah simbol kehidupan.

Hajar berlari bukan karena yakin ada air… tetapi karena yakin Allah tidak akan menyia-nyiakan usahanya.

Dan dari usaha itu, Allah menghadirkan zamzam.

Di situlah pelajaran besar bagi kita.

Bahwa dalam hidup:

  • kita harus berusaha
  • kita harus bergerak
  • tetapi tetap bersandar kepada Allah

Saat itulah rasa rindu haramain tidak hanya menjadi keinginan, tetapi menjadi perjalanan menuju keimanan yang lebih dalam.

Ibnul Qayyim رحمه الله berkata:
“Sa’i adalah simbol usaha seorang hamba yang diiringi dengan tawakal kepada Allah.”


Jangan Hanya Berjalan, Tapi Hadirkan Hati

Banyak orang melakukan sa’i…
namun tidak semua memahami maknanya.

Padahal setiap langkah adalah doa.
Setiap putaran adalah harapan.

Maka ketika Allah menghadirkan rasa rindu haramain dalam hati kita, jangan hanya berangkat tanpa ilmu.

Karena ibadah yang benar akan melahirkan perubahan.


Wujudkan Rindu Itu Bersama Rindu Haramaen

Jika hari ini hati Anda dipenuhi rindu haramain, itu bukan kebetulan. Itu adalah panggilan dari Allah.

Jangan hanya menjadi rindu yang tertunda.

Bersama Rindu Haramaen, kami siap membersamai perjalanan ibadah Anda, membimbing setiap langkah sesuai sunnah, agar perjalanan ini bukan sekadar sampai… tetapi juga diterima.

Karena rindu haramain bukan hanya tentang tempat…
tetapi tentang kembali kepada Allah.


📞 Konsultasi GRATIS & Reservasi Umrah/Haji:
👉 0852-8000-9223

Jangan tunda rindu haramain Anda…
karena belum tentu kesempatan ini datang dua kali.