artikel 38

Urutan Tata Cara Umrah Sesuai Sunnah Nabi ﷺ

Perjalanan yang Bukan Sekadar Perjalanan

Ada satu perjalanan yang tidak sekadar memindahkan tubuh dari satu tempat ke tempat lain. Ia memindahkan hati… dari dunia menuju akhirat.

Ketika seseorang pertama kali melihat Ka’bah, sering kali ia tidak mampu berkata apa-apa. Air mata jatuh tanpa diminta. Hati terasa penuh, seolah semua doa yang selama ini dipendam menemukan jalannya.

Namun di balik keindahan itu, ada satu hal yang tidak boleh dilupakan:
ibadah ini bukan sekadar perasaan, tetapi juga harus sesuai tuntunan.

Karena umrah yang benar bukan hanya yang dilakukan dengan cinta, tapi juga dengan ilmu.


Pengertian Umrah Secara Bahasa dan Istilah

Secara bahasa, umrah berarti ziarah atau berkunjung.

Secara istilah syar’i:

Umrah adalah ibadah yang dilakukan dengan mengunjungi Baitullah untuk melaksanakan rangkaian ibadah tertentu seperti ihram, thawaf, sa’i, dan tahallul sesuai tuntunan syariat.


Dalil Tentang Umrah

Allah ﷻ berfirman:

وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ

“Dan sempurnakanlah haji dan umrah karena Allah.”
(QS. Al-Baqarah: 196)

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

خُذُوا عَنِّي مَنَاسِكَكُمْ

“Ambillah dariku tata cara ibadah kalian.”
(HR. Muslim)

Imam An-Nawawi رحمه الله menjelaskan:
“Hadits ini menjadi dasar bahwa seluruh ibadah haji dan umrah harus mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ.”


Urutan Tata Cara Umrah Sesuai Sunnah

Agar ibadah kita sah dan diterima, berikut urutan tata cara umrah sesuai sunnah:


1. Ihram dari Miqat

Ihram adalah niat untuk memulai ibadah umrah.

Disunnahkan sebelum ihram:

  • mandi
  • memakai wangi-wangian (sebelum niat)
  • memakai pakaian ihram

Kemudian berniat:

لَبَّيْكَ عُمْرَةً

_”Aku penuhi panggilan-Mu untuk melaksanakan umrah.”

Setelah itu membaca talbiyah:

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيكَ لَكَ

_”Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan adalah milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu.”


2. Thawaf di Ka’bah

Setibanya di Masjidil Haram, jamaah melakukan thawaf sebanyak 7 putaran.

Dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir di sana.

Allah ﷻ berfirman:

وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ

“Dan hendaklah mereka melakukan thawaf di rumah yang tua (Ka’bah).”
(QS. Al-Hajj: 29)


3. Shalat di Belakang Maqam Ibrahim

Setelah thawaf, disunnahkan shalat 2 rakaat di belakang Maqam Ibrahim.

Allah ﷻ berfirman:

وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى

“Dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim sebagai tempat shalat.”
(QS. Al-Baqarah: 125)


4. Sa’i antara Shafa dan Marwah

Sa’i dilakukan 7 kali perjalanan antara bukit Shafa dan Marwah.

Allah ﷻ berfirman:

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ

“Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah bagian dari syiar Allah.”
(QS. Al-Baqarah: 158)

Sa’i mengingatkan kita pada perjuangan Hajar mencari air untuk Nabi Ismail عليه السلام.


5. Tahallul (Memotong Rambut)

Tahallul adalah penutup rangkaian umrah.

  • Laki-laki: mencukur habis atau memendekkan rambut
  • Wanita: memotong sedikit ujung rambut

Rasulullah ﷺ bersabda:

اللَّهُمَّ ارْحَمِ الْمُحَلِّقِينَ قَالُوا وَالْمُقَصِّرِينَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ اللَّهُمَّ ارْحَمِ الْمُحَلِّقِينَ قَالُوا وَالْمُقَصِّرِينَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ اللَّهُمَّ ارْحَمِ الْمُحَلِّقِينَ قَالُوا وَالْمُقَصِّرِينَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ وَالْمُقَصِّرِينَ

“Ya Allah, rahmatilah orang-orang yang mencukur rambutnya.” Para sahabat berkata: “Dan orang-orang yang memendekkan rambutnya, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda: “Ya Allah, rahmatilah orang-orang yang mencukur rambutnya.” Mereka kembali berkata: “Dan orang-orang yang memendekkan rambutnya, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda: “Ya Allah, rahmatilah orang-orang yang mencukur rambutnya.” Mereka kembali berkata: “Dan orang-orang yang memendekkan rambutnya, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda: “Dan juga orang-orang yang memendekkan rambutnya.”

📖 HR. Shahih Bukhari dan Shahih Muslim


Hikmah di Balik Urutan Ini

Jika kita renungkan, setiap rangkaian umrah bukan sekadar gerakan.

Ihram mengajarkan kita meninggalkan dunia.
Thawaf mengajarkan kita berputar hanya kepada Allah.
Sa’i mengajarkan usaha dan tawakal.
Tahallul mengajarkan kerendahan hati.

Ibnul Qayyim رحمه الله berkata:
“Seluruh manasik haji dan umrah adalah simbol perjalanan hati menuju Allah.”


Jangan Hanya Sampai, Tapi Sampai kepada Allah

Banyak orang sampai ke Makkah…
tapi tidak semua sampai kepada Allah.

Karena yang dinilai bukan hanya langkah kaki…
tapi juga arah hati.

Maka sebelum berangkat, siapkan bukan hanya koper…
tapi juga ilmu.


Wujudkan Kerinduan Itu

Jika hari ini hati Anda rindu ke Baitullah…
itu bukan kebetulan.

Itu panggilan.

Namun jangan hanya bermimpi untuk berangkat…
berangkatlah dengan persiapan yang benar.

✨ Bersama Rindu Haramaen, kami tidak hanya mengajak Anda ke tanah suci, tetapi membimbing setiap ibadah sesuai sunnah agar perjalanan Anda menjadi ibadah yang diterima.


📞 Konsultasi GRATIS & Reservasi Umrah/Haji:

Atau hubungi langsung: 0852-8000-9223

Jangan tunda panggilan hati Anda…
karena belum tentu kita dipanggil dua kali.

Umroh bersama Rindu Haramaen:

“Rasakan perjalanan spiritual yang menenangkan dan penuh makna bersama Rindu Haramaen. Dengan bimbingan ibadah yang amanah, pelayanan terbaik, serta pendampingan sejak persiapan hingga kepulangan, kami siap membersamai setiap langkahmu menuju Baitullah. Berangkatlah ke tanah suci dengan hati yang tenang, ilmu yang cukup, dan harapan menjadi tamu Allah yang diterima.”