artikel 21

Sunnah-Sunnah dalam Ibadah Umrah

Ketika Setiap Langkah Menjadi Ibadah

Di Tanah Suci, setiap langkah terasa berbeda. Dari pertama kali melihat Ka’bah hingga menyentuh lantai Masjidil Haram, hati seakan berbicara lebih banyak daripada lisan. Namun di balik keindahan itu, ada satu hal yang sering terlewat: tidak semua yang kita lakukan dalam umrah adalah rukun atau wajib—ada yang disebut sunnah, namun justru menyempurnakan ibadah.

Sunnah inilah yang membedakan antara sekadar umrah dan umrah yang mengikuti jejak Rasulullah ﷺ.


Pentingnya Memulai dari Miqat dengan Benar

Perjalanan umrah dimulai dari miqat. Di sanalah niat diucapkan dan ihram dimulai. Kesalahan di miqat bukan hanya mengurangi kesempurnaan, tetapi bisa berdampak pada kewajiban dam.

Maka, setelah memahami kewajiban, penting pula memahami sunnah agar ibadah semakin sempurna.


Pengertian Sunnah dalam Umrah

Secara bahasa, sunnah berarti jalan atau kebiasaan.

Dalam istilah fiqih, sunnah adalah amalan yang jika dikerjakan mendapatkan pahala, dan jika ditinggalkan tidak berdosa, namun mengurangi kesempurnaan ibadah.


Dalil Mengikuti Sunnah dalam Ibadah

Rasulullah ﷺ bersabda:

خُذُوا عَنِّي مَنَاسِكَكُمْ

“Ambillah dariku tata cara manasik kalian.”
(HR. Muslim)

Allah Ta’ala juga berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

“Sungguh pada diri Rasulullah terdapat teladan yang baik bagi kalian.”
(QS. Al-Ahzab: 21)

Makna dalil ini menunjukkan bahwa kesempurnaan ibadah terletak pada mengikuti sunnah Nabi ﷺ secara menyeluruh, termasuk dalam hal-hal yang tidak wajib.


Penjelasan Ulama

Imam An-Nawawi rahimahullah berkata:

“Disunnahkan dalam manasik untuk mengikuti seluruh perbuatan Nabi ﷺ, baik yang wajib maupun yang sunnah.”
(Al-Majmu’)

Ibnu Abbas رضي الله عنهما juga berkata:

“Sesungguhnya manasik itu diambil dari Rasulullah ﷺ.”


Sunnah-Sunnah dalam Ibadah Umrah

Berikut beberapa sunnah yang dianjurkan dalam umrah:

1. Mandi Sebelum Ihram

Disunnahkan membersihkan diri sebelum masuk ihram sebagai bentuk kesiapan ibadah.

2. Memakai Wewangian Sebelum Ihram

Bagi laki-laki, boleh memakai parfum sebelum niat ihram.

3. Mengucapkan Talbiyah dengan Suara Keras (bagi laki-laki)

Memperbanyak talbiyah sejak miqat hingga mendekati Ka’bah.

4. Idhthiba’ dan Raml Saat Tawaf

  • Idhthiba’: membuka bahu kanan
  • Raml: berjalan cepat pada tiga putaran pertama

5. Menyentuh Hajar Aswad (jika memungkinkan)

Atau cukup dengan isyarat tanpa menyakiti orang lain.

6. Berdoa di Multazam

Tempat mustajab antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah.

7. Memperbanyak Dzikir dan Doa

Sepanjang tawaf dan sa’i.


Dalil Tentang Batasan Syariat (Miqat)

Allah Ta’ala berfirman:

وَتِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلَا تَعْتَدُوهَا

“Itulah batas-batas Allah, maka janganlah kalian melanggarnya.”
(QS. Al-Baqarah: 229)

Rasulullah ﷺ bersabda:

هُنَّ لَهُنَّ وَلِمَنْ أَتَى عَلَيْهِنَّ…

“Miqat-miqat itu berlaku bagi siapa saja yang melewatinya…”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Imam Ibnu Qudamah berkata:

*“Barang siapa melewati miqat tanpa ihram, maka wajib baginya dam.”*¹

Ini menunjukkan bahwa sunnah melengkapi ibadah, namun batas wajib tetap harus dijaga.


Perbedaan Pendapat Empat Mazhab

Para ulama sepakat tentang sunnah-sunnah ini, namun berbeda dalam penekanan:

  • Syafi’i & Hanbali: menekankan detail sunnah dalam tawaf dan sa’i
  • Hanafi: membedakan antara sunnah dan adab
  • Maliki: lebih menekankan praktik penduduk Madinah

Namun semua sepakat bahwa sunnah berfungsi menyempurnakan ibadah.


Penutup: Ibadah yang Mengikuti Jejak Nabi

Umrah bukan hanya tentang sampai ke Ka’bah, tetapi tentang mengikuti jejak Rasulullah ﷺ dalam setiap detailnya.

Betapa banyak orang yang telah umrah, namun sedikit yang benar-benar mengikuti sunnah. Dan betapa beruntungnya mereka yang menjaga setiap sunnah, hingga ibadahnya menjadi lebih hidup.

Semoga Allah memberi kita kesempatan untuk beribadah dengan ilmu, dan merasakan indahnya mengikuti sunnah di Tanah Suci.


📞 Ingin konsultasi atau merencanakan perjalanan umrah?
Silakan hubungi tim Rindu Haramaen

InsyaAllah kami siap membimbing perjalanan ibadah Anda sesuai sunnah.

Website resmi: rinduharamaen.com