Kota yang Dicintai Rasulullah ﷺ
Ada satu kota di dunia yang selalu membuat hati kaum muslimin bergetar ketika namanya disebut: Madinah. Kota yang dahulu bernama Yatsrib ini menjadi tempat hijrah Rasulullah ﷺ dan tempat di mana Islam berkembang dengan penuh keberkahan.
Banyak jamaah yang merasakan suasana yang berbeda ketika pertama kali menginjakkan kaki di kota ini. Udara Madinah terasa lebih tenang, langkah terasa lebih ringan, dan hati seakan dipenuhi kedamaian. Tidak sedikit jamaah yang mengatakan bahwa Madinah adalah kota yang membuat seseorang merasa betah dan sulit untuk meninggalkannya.
Di kota inilah berdiri Masjid Nabawi, salah satu masjid paling mulia dalam Islam.
“Sholat di masjidku ini lebih utama daripada seribu kali sholat di masjid lainnya, kecuali Masjidil Haram.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menunjukkan betapa besarnya keutamaan beribadah di Masjid Nabawi. Setiap rakaat yang dikerjakan di dalamnya memiliki nilai pahala yang sangat besar di sisi Allah.
Kota yang Dipenuhi Keberkahan
Madinah bukan hanya kota bersejarah, tetapi juga kota yang diberkahi oleh Allah. Rasulullah ﷺ bahkan secara khusus mendoakan keberkahan untuk kota ini.
“Ya Allah, jadikanlah pada Madinah keberkahan yang berlipat sebagaimana keberkahan yang Engkau jadikan pada Makkah.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Doa Nabi ini menjadi sebab mengapa banyak kaum muslimin merasakan ketenangan luar biasa ketika berada di Madinah. Kota ini seakan memeluk setiap orang yang datang dengan rasa damai dan penuh rahmat.
Kerinduan Kaum Muslimin Kepada Madinah
Selain keberkahan Masjid Nabawi, Madinah juga menjadi tempat peristirahatan terakhir Rasulullah ﷺ. Banyak jamaah yang datang dengan hati penuh haru ketika berdiri di dekat makam Nabi dan mengucapkan salam kepada beliau.
Tidak sedikit orang yang menitikkan air mata di tempat itu, karena selama ini mereka hanya mengenal Rasulullah ﷺ melalui kisah, hadits, dan sirah Nabi. Namun di kota ini, mereka merasa seolah lebih dekat dengan beliau.
Karena itulah, bagi banyak muslim, perjalanan ke Madinah bukan sekadar perjalanan biasa. Ia adalah perjalanan hati, perjalanan rindu kepada kota yang dicintai Rasulullah ﷺ.
Dan ketika seseorang telah merasakan kedamaian Madinah, biasanya hanya satu doa yang tersisa di dalam hati:
Semoga Allah mengizinkan kita kembali lagi ke kota penuh keberkahan ini.
