artikel rindu haramain 47

Bolehkah Mengulang Umrah Berkali-kali dalam Satu Perjalanan?

Antara Rindu yang Dalam dan Ilmu yang Menuntun

Tidak sedikit jamaah yang datang ke tanah suci dengan perasaan yang sulit dijelaskan. Baru saja selesai umrah pertama… hati belum siap pulang.

Ada yang berkata dalam hati, “Selagi di sini, kenapa tidak umrah lagi?”

Akhirnya:

  • Umrah pertama untuk diri sendiri
  • Umrah kedua untuk orang tua
  • Umrah ketiga untuk keluarga

Semua dilakukan karena satu hal: rindu haramain.

Namun dalam Islam, rasa rindu dan semangat ibadah tetap harus dituntun dengan ilmu. Karena tidak semua yang terlihat baik itu benar di sisi syariat.


Prinsip Dasar dalam Ibadah

Dalam agama Islam, ada satu kaidah penting:

➡️ Ibadah harus berdasarkan dalil, bukan sekadar keinginan

Allah ﷻ berfirman:

وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ

“Dan sempurnakanlah haji dan umrah karena Allah.”

Ayat ini menunjukkan bahwa ibadah harus dilakukan sesuai aturan yang telah ditetapkan, bukan ditambah-tambah tanpa dasar.


Penjelasan Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin رحمه الله

Beliau pernah ditanya tentang seseorang yang melakukan beberapa kali umrah dalam satu perjalanan, dengan keluar ke Tan’im setiap kali ingin berihram ulang.

Beliau menjawab:

“Barakallahu fiik, perbuatan tersebut termasuk amalan yang dibuat-buat (tanpa dalil). Karena kita telah mengetahui bahwa tidak ada yang lebih semangat dalam ibadah daripada Rasulullah ﷺ dan para sahabat.”

Kemudian beliau menjelaskan bahwa Rasulullah ﷺ ketika berada di Makkah selama 19 hari saat Fathu Makkah, tidak pernah keluar menuju Tan’im untuk mengulang umrah.

Para sahabat pun tidak melakukan hal tersebut.

➡️ Dari sini beliau menegaskan bahwa:
“Berkali-kali berumrah dalam satu safar termasuk amalan yang mengada-ada.”


Mengapa Tidak Dicontohkan?

Ini adalah poin penting yang sering terlewat.

Jika mengulang umrah berkali-kali itu lebih utama, tentu Rasulullah ﷺ akan melakukannya.

Padahal:

  • Beliau berada cukup lama di Makkah
  • Kesempatan sangat terbuka
  • Semangat ibadah beliau paling tinggi

Namun tetap tidak dilakukan.

Di sinilah para ulama mengambil pelajaran besar:

➡️ Apa yang ditinggalkan Nabi ﷺ, padahal ada sebabnya, menunjukkan bahwa itu bukan bagian dari sunnah.


Mana yang Lebih Utama?

Dalam lanjutan penjelasannya, Syaikh Ibnu Utsaimin رحمه الله memberikan arahan yang sangat penting:

“Jika engkau ingin mendapatkan ganjaran, maka thawaf mengelilingi Ka’bah lebih baik bagimu daripada keluar ke Tan’im untuk umrah.”

Artinya:
➡️ Memperbanyak thawaf lebih utama daripada mengulang umrah

Karena:

  • Lebih sesuai sunnah
  • Tidak memberatkan
  • Lebih fokus pada ibadah di Masjidil Haram

Namun beliau juga mengingatkan, khususnya di musim haji, agar tidak berdesakan dan tetap menjaga adab terhadap jamaah lain.


Penegasan dari Shalih Al-Munajjid حفظه الله

Beliau berkata:

“Tidaklah disunnahkan dan tidak termasuk petunjuk salaf mengulangi umrah dalam satu safar, baik untuk diri sendiri maupun orang lain.”

Beliau juga menjelaskan bahwa:

➡️ Asalnya, satu safar cukup satu umrah

Kecuali jika seseorang:

  • Keluar dari Makkah untuk safar
  • Lalu kembali lagi

Maka saat itu diperbolehkan melakukan umrah kembali.


Hikmah: Antara Semangat dan Tuntunan

Jika kita renungkan lebih dalam, keinginan mengulang umrah itu muncul dari sesuatu yang baik… yaitu rindu haramain.

Namun di sinilah Allah mengajarkan kita:

Bahwa ibadah tidak hanya tentang banyaknya amal…
tetapi tentang benarnya amal.

Bisa jadi:

  • Satu tawaf dengan hati yang khusyuk
    lebih bernilai daripada beberapa umrah tanpa tuntunan

Ibnul Qayyim رحمه الله berkata:
“Ibadah yang paling utama adalah yang paling sesuai dengan petunjuk Nabi ﷺ.”


Renungan: Jangan Hanya Banyak, Tapi Tepat

Banyak jamaah datang dengan rindu haramain, ingin melakukan sebanyak mungkin ibadah.

Namun tanpa ilmu, kita bisa kehilangan yang paling utama.

Bukan tentang seberapa banyak umrah yang kita lakukan…
tetapi seberapa benar ibadah kita di hadapan Allah.


Wujudkan Rindu Haramain Bersama Rindu Haramaen

Jika hari ini hati Anda dipenuhi rindu haramain, itu adalah panggilan yang tidak semua orang dapatkan.

Namun jangan hanya datang dengan semangat…
datanglah dengan ilmu.

Bersama Rindu Haramaen, kami tidak hanya mengantarkan perjalanan Anda ke tanah suci, tetapi membimbing setiap ibadah agar sesuai sunnah, lebih khusyuk, dan penuh makna.

Karena rindu haramain bukan sekadar perjalanan…
tetapi perjalanan menuju Allah.


📲 Konsultasi GRATIS & Reservasi Umrah:
👉 0852-8000-9223

👉 Lihat juga jadwal umrah yang masih tersedia dan temukan keberangkatan terbaik untuk Anda

Jangan tunda rindu haramain Anda…
karena belum tentu kesempatan ini datang dua kali.