Langkah yang Mengandung Harapan
Di antara rangkaian ibadah umrah, ada satu momen yang terlihat sederhana… berjalan dari Shafa ke Marwah, lalu kembali lagi. Namun siapa yang menyangka, langkah-langkah itu sebenarnya adalah jejak kesabaran, doa, dan tawakal yang diwariskan oleh seorang ibu mulia, Hajar.
Di tengah perjalanan itu, banyak jamaah membawa rindu haramain, berharap setiap langkah menjadi doa yang didengar oleh Allah. Namun sering muncul pertanyaan: apakah ada doa khusus saat sa’i?
Apakah harus membaca bacaan tertentu di setiap putaran?
Di sinilah pentingnya memahami tuntunan syariat, agar ibadah tidak hanya menyentuh hati, tetapi juga sesuai sunnah.
Pengertian Sa’i Secara Bahasa dan Istilah
Secara bahasa, sa’i berarti berjalan atau berusaha.
Adapun secara istilah syar’i:
Sa’i adalah berjalan bolak-balik antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali sebagai bagian dari ibadah haji atau umrah.
Dalil Tentang Sa’i
Allah ﷻ berfirman:
إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ
“Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah bagian dari syiar Allah. Maka barangsiapa yang berhaji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya untuk bersa’i di antara keduanya. Dan barangsiapa mengerjakan kebaikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah: 158)
Bacaan Saat Memulai Sa’i di Shafa
Rasulullah ﷺ ketika mendekati Shafa membaca:
إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ أَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللَّهُ بِهِ
“Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah bagian dari syiar Allah. Aku memulai dengan apa yang Allah mulai.”
(HR. Muslim)
Kemudian beliau berdiri menghadap Ka’bah, bertakbir dan berdoa.
Dzikir dan Doa di Atas Shafa dan Marwah
Rasulullah ﷺ membaca:
اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ، أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ
“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan segala puji, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tiada Tuhan selain Allah semata. Dia telah menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan mengalahkan pasukan musuh sendirian.”
(HR. Muslim)
Kemudian beliau berdoa, lalu mengulang dzikir tersebut sebanyak tiga kali.
Apakah Ada Doa Khusus di Setiap Putaran Sa’i?
Ini poin penting yang harus dipahami:
➡️ Tidak ada doa khusus yang ditetapkan untuk setiap putaran sa’i
Artinya:
- Tidak ada bacaan wajib tertentu
- Jamaah bebas berdoa sesuai kebutuhan
- Bisa menggunakan bahasa sendiri
Imam An-Nawawi رحمه الله berkata:
“Tidak ada dzikir tertentu yang ditentukan dalam sa’i, namun dianjurkan memperbanyak dzikir dan doa.”
Amalan yang Dianjurkan Saat Sa’i
Selama sa’i, seorang jamaah dianjurkan untuk:
- Memperbanyak dzikir (tasbih, tahmid, tahlil)
- Berdoa sesuai kebutuhan
- Membaca Al-Qur’an
- Menghadirkan hati dan mengingat perjuangan Hajar
Perbedaan Pendapat Madzhab
Para ulama dari empat madzhab sepakat:
- Mazhab Syafi’i
Tidak ada doa khusus setiap putaran - Mazhab Hanafi
Membolehkan doa apa saja - Mazhab Maliki
Menekankan dzikir umum - Mazhab Hambali
Sejalan dengan jumhur
Hikmah: Sa’i adalah Doa yang Bergerak
Jika kita renungkan, sa’i bukan sekadar berjalan.
Ia adalah doa yang hidup.
Hajar berlari bukan karena yakin ada air… tetapi karena yakin Allah tidak akan meninggalkannya.
Dan dari keyakinan itu, lahirlah zamzam.
Saat itulah rindu haramain menjadi lebih dari sekadar keinginan. Ia menjadi perjalanan iman.
Setiap langkah adalah doa.
Setiap putaran adalah harapan.
Jangan Hanya Bergerak, Tapi Berdoa
Banyak orang melakukan sa’i…
namun tidak semua benar-benar berdoa.
Padahal Allah membuka pintu langit saat itu.
Ketika Anda datang dengan rindu haramain, jangan hanya berjalan…
hadirkan hati, hadirkan doa.
Wujudkan Rindu Itu Bersama Rindu Haramaen
Jika hari ini hati Anda dipenuhi rindu haramain, jangan biarkan hanya menjadi angan.
Wujudkan dengan perjalanan yang benar, penuh ilmu, dan bimbingan yang tepat.
Bersama Rindu Haramaen, kami tidak hanya mengantarkan Anda ke tanah suci, tetapi membimbing setiap ibadah agar sesuai sunnah dan penuh makna.
Karena rindu haramain bukan sekadar perjalanan…
tetapi perjalanan menuju Allah.
📞 Konsultasi GRATIS & Reservasi Umrah/Haji:
👉 : 0852-8000-9223
Jangan tunda rindu haramain Anda…
karena belum tentu kesempatan ini datang dua kali.
