Saat Tangan Terangkat, Air Mata Mengalir
Di tengah lautan manusia yang thawaf mengelilingi Ka’bah, ada satu titik yang selalu menjadi pusat perhatian. Setiap orang ingin mendekat, setiap hati ingin menyentuh, bahkan mencium… itulah Hajar Aswad.
Sebagian jamaah datang dengan penuh harap, membawa rindu haramain yang begitu dalam. Mereka ingin merasakan kedekatan dengan sunnah Nabi ﷺ. Namun tidak sedikit pula yang belum memahami, bagaimana hukum mencium Hajar Aswad dan bagaimana cara melakukannya dengan benar.
Karena dalam ibadah, bukan hanya semangat yang dibutuhkan, tetapi juga ilmu agar tidak keliru.
Apa Itu Hajar Aswad?
Secara bahasa, Hajar Aswad berarti batu hitam.
Ia adalah batu yang berada di salah satu sudut Ka’bah, yang menjadi titik awal dan akhir thawaf.
Rasulullah ﷺ sangat memuliakan Hajar Aswad, namun bukan karena batu itu memiliki kekuatan, melainkan karena mengikuti perintah Allah.
Dalil Tentang Mencium Hajar Aswad
Dari sahabat Umar bin Khattab رضي الله عنه, beliau berkata:
إِنِّي أَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ لَا تَضُرُّ وَلَا تَنْفَعُ، وَلَوْلَا أَنِّي رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يُقَبِّلُكَ مَا قَبَّلْتُكَ
“Sesungguhnya aku tahu bahwa engkau hanyalah batu, tidak bisa memberi manfaat dan tidak pula memberi mudarat. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah ﷺ menciummu, niscaya aku tidak akan menciummu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Penjelasan Hadits
Hadits ini menjadi landasan penting dalam memahami hukum mencium Hajar Aswad.
Bahwa mencium Hajar Aswad bukanlah bentuk pengagungan terhadap batu, tetapi bentuk ketaatan kepada sunnah Rasulullah ﷺ.
Imam An-Nawawi رحمه الله berkata:
“Dalam hadits ini terdapat penjelasan bahwa ibadah dilakukan semata karena mengikuti Nabi ﷺ, bukan karena logika semata.”
Hukum Mencium Hajar Aswad
Para ulama sepakat bahwa:
➡️ Mencium Hajar Aswad hukumnya sunnah, bukan wajib
Artinya:
- Jika dilakukan → berpahala
- Jika tidak dilakukan → tidak berdosa
Cara Mencium Hajar Aswad Sesuai Sunnah
Dalam praktiknya, ada beberapa cara yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ:
1. Mencium Langsung
Jika memungkinkan, mendekat dan mencium Hajar Aswad secara langsung.
2. Menyentuh dengan Tangan Lalu Menciumnya
Jika tidak bisa mencium langsung, cukup menyentuhnya dengan tangan, lalu mencium tangan tersebut.
3. Memberi Isyarat
Jika tidak memungkinkan mendekat:
- Menghadap ke arah Hajar Aswad
- Mengangkat tangan
- Mengucapkan:
اللَّهُ أَكْبَرُ
“Allah Maha Besar”
Ini adalah cara yang paling banyak dilakukan oleh jamaah.
lihat juga jadwal keberangkatan umrah yang masuk tersedia di sini
Perbedaan Pendapat Madzhab
Para ulama dari empat madzhab sepakat tentang sunnahnya, dengan rincian:
- Mazhab Syafi’i
Menganjurkan mencium jika tidak menyakiti orang lain - Mazhab Hanafi
Mendahulukan keselamatan daripada sunnah - Mazhab Maliki
Tidak dianjurkan jika menimbulkan mudarat - Mazhab Hambali
Sejalan dengan jumhur
Antara Sunnah dan Akhlak
Jika kita renungkan lebih dalam, mencium Hajar Aswad bukan tentang siapa yang berhasil menyentuhnya.
Tetapi tentang bagaimana kita menjaga adab dalam beribadah.
Berapa banyak orang yang berdesakan, bahkan menyakiti jamaah lain demi mencium Hajar Aswad…
Padahal Rasulullah ﷺ tidak pernah mengajarkan ibadah dengan cara menyakiti.
Di sinilah kita belajar bahwa:
- Mengikuti sunnah harus disertai akhlak
- Ibadah tidak boleh merugikan orang lain
- Ketenangan lebih utama daripada memaksakan diri
Saat itulah rindu haramain diuji… apakah kita hanya ingin menyentuh Ka’bah, atau benar-benar ingin mengikuti sunnah dengan benar.
Ibnu Taimiyah رحمه الله berkata:
“Tidak boleh melakukan sesuatu yang sunnah jika menyebabkan mudarat kepada orang lain.”
Jangan Sampai Niat Baik, Cara Salah
Banyak orang datang dengan rindu haramain, ingin melakukan yang terbaik.
Namun tanpa ilmu, niat baik bisa berubah menjadi kesalahan.
Mencium Hajar Aswad adalah sunnah.
Menjaga keselamatan dan akhlak adalah kewajiban.
Dan di situlah letak keseimbangan dalam Islam.
Wujudkan Rindu Itu Bersama Rindu Haramaen
Jika hari ini hati Anda dipenuhi rindu haramain, itu adalah tanda bahwa Allah sedang memanggil Anda.
Namun jangan hanya datang dengan perasaan…
datanglah dengan ilmu.
Bersama Rindu Haramaen, kami tidak hanya mengantarkan perjalanan, tetapi membimbing setiap ibadah agar sesuai sunnah, penuh ketenangan, dan bernilai di sisi Allah.
Karena rindu haramain bukan hanya tentang sampai di sana…
tetapi tentang bagaimana kita beribadah dengan benar.
📞 Konsultasi GRATIS & Reservasi Umrah/Haji:
👉 0852-8000-9223
Jangan tunda rindu haramain Anda…
karena belum tentu kesempatan ini datang dua kali.
Umroh bersama Rindu Haramaen:
“Rasakan perjalanan spiritual yang menenangkan dan penuh makna bersama Rindu Haramaen. Dengan bimbingan ibadah yang amanah, pelayanan terbaik, serta pendampingan sejak persiapan hingga kepulangan, kami siap membersamai setiap langkahmu menuju Baitullah. Berangkatlah ke tanah suci dengan hati yang tenang, ilmu yang cukup, dan harapan menjadi tamu Allah yang diterima.”
